Teman - teman terkasih, sebagai penghujung dari Bulan Mei ini, kami akan membagikan beberapa cerita inspiratif dari beberapa Ayah hebat di dunia. Selama ini, kita hanya memandang Ibu sebagai pahlawan kita, karena dia banyak memberi kita nasehat, cerewet, dan selalu bertanya tentang kita. Bagaimana dengan Ayah? Selama ini kita memandang Ayah sebagai sosok yang dingin, diam, dan mungkin tidak banyak bicara dan seolah tidak peduli kepada anaknya. Tapi apakah itu semua benar? Jika kalian pernah memiliki pikiran seperti itu, kalian salah. Ayah terlihat tidak peduli dari tampak luarnya, namun dalam hatinya dia sangat sayang kepada kalian. Dia sangat mencemaskan masa depan dan kehidupan kalian. Bahkan, dia rela berkorban demi anaknya untuk mencapai sukses dan memperoleh hidup yang layak. Berikut cerita - cerita inspiratif dari Ayah terhebat di dunia.
Keliling China untuk Mencari Anak
Guo Gantang, seorang pria asal Liaoncheng, Provinsi Shandong, China
telah menempuh perjalanan sejauh 400.000 kilometer selama 18 tahun
terakhir untuk menemukan putranya. Pada tanggal 21 September 1997, putranya yang baru berumur 2 tahun,
Guo Zhen menghilang. Menduga sang anak diculik, Guo pun melapor kepada
pihak berwajib. Namun upaya pencarian putra semata wayangnya itu tak
pernah membuahkan hasil.
Guo pun memutuskan mencari sendiri puteranya. Dilaporkan situs Oddity
Central, ia berkeliling China dengan mengendarai motor yang dipasangi
poster dengan gambar puteranya. “Nyaris semua provinsi di China daratan sudah saya lewati,” ujarnya Uniknya, sambil mencari sang putera Guo juga membantu orang tua lain
yang kehilangan anak sepertinya. Berkat bantuannya, lima anak yang
hilang berhasil ditemukan. Meskipun nasib anaknya sendiri masih belum
jelas hingga sekarang. Guo bertekad tak akan berhenti sampai puteranya ditemukan. Mantan
pengusaha sukses ini tak peduli berapa uang dan energi yang harus ia
keluarkan untuk menemukan puteranya.
Jadi Sansak Demi Biaya Operasi
Pria China ini rela dipukuli sampai babak belur. Asalkan setiap orang
mau membayar 10 yuan untuk setiap pukulan. Pasalnya uang yang ia
kumpulkan dari profesi ‘sansak manusia’ itu akan segera dibayarkan untuk
tunggakan biaya operasi puteranya. Dilaporkan situs Shaghaiist, Xia Jun adalah ayah dari seorang putera
yang sedang mengidap myeloid leukimia. Puteranya yang baru berusia dua
tahun itu harus segera menjalani pencangkokan sumsum tulang belakang.
Prosedur operasi itu akan menghabiskan biaya 700.000 yuan. Dan Xia Jun
tidak mampu membayarnya. Awalnya Xia Jun berniat mengemis untuk mengumpulkan uang. Tetapi ia
takut orang-orang justru mengira dia gelandangan pemalas dan tak mau
memberinya uang. Jadi ia memutuskan untuk menjadi sasaran tinju. Berdiri
di depan stasiun, berbekal kardus yang ditempeli foto dan surat
diagnosis puteranya, Xia Jun menawarkan ‘jasanya’ kepada setiap orang
yang lewat. Rupanya banyak orang yang bersimpati kepada nasib keluarga pria ini.
Tak sedikit yang bersedia menyumbang. Ia sudah berhasil mengumpulkan
800.000 yuan. Setiap hari ada saja yang menjenguk dan menghibur anaknya
di rumah sakit. Saat ini putera Xia Jun masih harus menjalani serangkaian perawatan
lanjutan. Untuk ke depannya, sang ayah masih harus mencari dana. Tetapi
ia tidak berencana menggantungkan diri dari sumbangan. Ia memang sangat
berterimakasih atas uluran tangan yang diterima. Tetapi ia ingin mencari
pekerjaan lebih baik untuk mendapatkan biaya bagi puteranya.
Jadi "Kuda" Demi Biaya Perawatan
Mirip dengan kisah Xia Jun, seorang ayah asal Heifei, China ini
menawarkan jasa sebagai kuda-kudaan untuk mengumpulkan biaya kemoterapi
puteranya yang mederita leukimia. Mengenakan topeng kuda sambil berlutut di pinggir jalan, ia
menawarkan jasa tunggangan seharga 5 Kuai atau sekitar 12.000 Rupiah. Dilaporkan situs Daily Mail, setelah putranya terdiagnosa Leukimia
pada 2011, sang ayah membutuhkan biaya sebesar USD 32.000 atau setara
dengan Rp 384 juta untuk membayar biaya pengobatan. Ia pun sempat
meminta keringanan dari pihak rumah sakit, namun ditolak Sejak kisahnya menjadi buah bibir di dunia maya, pria ini berhasil
mengumpulkan sumbangan buat puteranya. Bahkan pemerintah setempat pun
menggelontorkan bantuan untuk puteranya.
Ikut Triatlon di Usia Senja
Meskipun usianya sudah senja, Dick Hoyt ngotot mengikuti triatlon
demi menyenangkan puteranya, Rick. Sejak Rick lahir, Hoyt tahu puteranya
tak akan bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Rick memiliki
fisik yang tak sempurna. Namun sang ayah tetap menyayanginya. Ketika suatu hari sang anak
menyatakan keinginan untuk mengikuti triatlon, Dick pun menyanggupi. Ia
tak ingin membuat putera kesayangannya kecewa. Meskipun fisiknya di usia 60-an sudah tak seprima dulu, Hoyt membawa
puteranya berpacu di triatlon. Hoyt mendorong kursi roda Rick sambil
berlari. Saat berenang, Dick membaringkan tubuh anaknya di atas perahu.
Tak peduli berapa lama waktu yang ia perlukan, Hoyt tetap berjuang untuk
mencapai garis finish bersama Rick. Sejak itu, tiap tahun Hoyt dan Rick rutin mengikuti triatlon. Bahkan sampai saat ini ketika usia Hoyt sudah memasuki 72 tahun.
Gendong Anak Sejauh 28 Km Setiap Hari
Setiap hari ayah hebat ini menggendong puteranya sejauh 28 kilometer
untuk berangkat ke sekolah. Dilaporkan situs Daily Mail, Yu Xukang harus
menggendong anaknya dengan sebuah keranjang di punggung. Puteranya itu
mengalami keterbatasan fisik karena kelumpuhan yang ia alami. Walaupun begitu, Yu percaya puteranya bisa mendapatkan masa depan
yang cerah seperti orang lain. Karena itulah ia bertekad untuk
menyekolahkan puteranya. “Memang benar anak saya mengalami lumpuh di kaki dan badannya, tetapi
otak dan pikirannya normal seperti anak-anak lainnya. Jadi tidak ada
alasan anak saya untuk tidak bersekolah, walaupun saya harus berjalan
berpuluh-puluh kilometer akan saya lakukan demi anak saya agar kelak dia
dapat kehidupan yang lebih baik,” tandasnya.
Kisah Seorang Ayah Bawa Anak Saat Narik Becak
Bablu Jatav (38), seorang tukang becak asal Bharatpur, India harus
membawa bayinya bekerja setiap hari. Sambil menggendong sang putri
dengan satu tangan, ia mengayuh becak di bawah teriknya matahari. Dilansir Dailymail, bayi perempuan bernama Damini itu tak punya siapa
pun selain ayahnya. Sang ibu meninggal setelah melahirkannya. Karena
tak ada orang yang bisa menjaganya, Jatav memutuskan untuk membawa
bayinya bekerja. “Shanti meninggal tidak lama setelah melahirkan di rumah sakit pada
tanggal 20 September. Sejak saat itu, belum ada seorang pun yang mau
merawat putri saya, sehingga saya yang merawatnya, bahkan pada saat saya
menarik becak,” tuturnya. Rupanya kisah Jatav membuat banyak orang terharu. Sejak itu ia
menerima banyak uluran tangan dari para donatur dan pemerintah setempat.
Sekarang ia bisa bekerja tanpa mengkhawatirkan kondisi putrinya lagi.
Jual Ginjal Demi Ijazah
Kisah yang satu ini berasal dari Indonesia. Sugianto nekat menawarkan
ginjalnya dengan berkeliling Bundaran HI, Jakarta Pusat untuk biaya
menebus ijazah sang puteri, Shara Meylanda Ayu. Ijazah Ayu ditahan pihak
sekolah karena tunggakan sebesar Rp 17 juta. “Untuk itu saya jual ginjal saya sesuai dengan tagihan anak saya.
Sebetulnya Rp 1 miliar tidak akan saya jual cuma ini demi masa depan
anak,” ujar Sugianto. Setelah kisah Sugianto menjadi sensasi, pria yang berprofesi sebagai
penjahit ini berhasil mengumpulkan uang menebus ijazah. Putrinya bahkan
mendapat beasiswa untuk kuliah. Sayangnya, sang puteri justru memilih untuk kabur bersama kekasihnya dan meninggalkan sang ayah yang kebingungan.
Bagaimana perasaan kalian setelah membaca cerita - cerita tersebut? Bagaimana menurutmu tentang Ayah terhebat itu? Meskipun akhirnya perjuangannya di khianati, tetapi Ayahnya tetap mencintai dia. Betapa besar bukan pengorbanan seorang Ayah kepada kita?
Teman OMK, marilah kita renungkan cerita - cerita pada hari ini. Mulailah dekatkan diri kalian kepada Ayah, sayangilah dia seperti kita menyayangi Ibu. Mungkin sosoknya adalah sosok yang keras, dan kerap kali memarahi kita. Namun dibalik semuanya, dia hanya menginginkan kita menjadi seorang anak yang berhasil kelak, dan mempunyai perilaku yang baik sehingga dpaat membanggakan keduanya, baik Ayah maupun Ibu.
Semoga bisa menjadi bahan renungan,
Selamat hari minggu, GBUs.




