Kamis, 28 Mei 2015

Belajar dari 
'Arthur Ashe'

Oleh : Florentina Dewi 

A/N : Baru bisa post di Blog OMK ini hari ini wkwkkwkw, okay um... baru aja sih beberpaa menit yang lalu gw baca salah satu postingan di Group WA OMK paroki kita yang membahas tentang kisah inspiratif seorang atlet kulit hitam, Arthur Ashe. gw ga tau udah berapa banyak anggota OMK kita yang baca tentang kisah luar biasa dia, tapi hari ini gw mau share ke kalian, so just read it.




Okay, so petenis kulit hitam yang ada diatas sana adalah Arthur Ashe, Saya juga tidak mengenal beliau awalnya, tapi salah satu postingan di Group OMK PKKC sore ini menarik perhatian saya untuk mencari tahu tentang dia, so tanpa perlu waktu lama Saya langsung googling untuk menguak informasi tentang beliau. 

Arthur Ashe, ia lahir dengan nama lengkap Arthur Robert Ashe Jr. beliau adalah seorang petenis berkebangsaan Amerika, lahir di Richmond, Virginia USA pada tanggal 10 Juli 1943, ia wafat pada tanggal 6 Februari 1993 di usianya yang menginjak 49 tahun. Arthur Ashe adalah salah satu petenis kebanggaan Amerika Serikat, selama masa berkarirnya beliau sudah menyabet tiga gelar juara Grand Slam, yaitu : Amerika Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975). 

Sayangnya, keberuntungannya dalam berkarir tidak sebagus keberuntunganya dalam masalah kesehatan. Ashe pada tahun 1979 , ia mengalami serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi by pass. kita sama-sama tahu kalau, sebuah jalan pengobatan yang kita tempuh diharapkan akan membawa kita kepada kesehatan tapi, hal itu justru tidak terjadi pada Ashe. bukanya mendapatkan berita baik akan kesembuhannya, ia justru dihantam oleh berita buruk yang mengerikan. 

Setelah operasi yang ia jalani itu berlangsung, Arthur Ashe ia terinfeksi oleh virus HIV melalui sel darah yang terinfeksi saat ia melakukan transfusi. kalau kalian jadi dia gimana reaksi kalian pas dokter kasih tau kalau kalian mengidap penyakit mematikan seperti itu? kalau kalian tanya saya, jawaban saya adalah saat itu juga saya pasti akan mengeluarkan segala sumpah serapah dan mempertanyakan kepada Tuhan kenapa dia bertindak tidak adil kepada saya? tapi sekali lagi, dalam kasus ini bukan saya yang terinfeksi Virus itu melainkan Ashe. 

ditengah perjuangannya melawan penyakit itu, seorang penggemarnya mengirimi ia surat dan bertanya kepadanya "Kenapa tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?" dan yang membuat saya terkejut disini adalah jawaban dari Ashe itu sendiri, ia menjawab 
"Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, di antaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu belajar menjadi pemain tenis profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5.000 mencapai turnamen grand slam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbledon, empat orang di semi final, dua orang berlaga di final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, 'Mengapa saya?' Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan, 'Mengapa saya?'" 

Nah, sekarang coba teman-teman OMK sekalian merenungkan kata-kata Ashe diatas. Kita sering kali mengeluh kepada Tuhan tentang ini dan itu. Hanya ingin berbagi sedikit nih, belum lama ini saya merasa tidak berguna karena mengalami sebuah kegagalan, saya menghabiskan tiga tahun masa SMA saya untuk melakukan yang terbaik untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita saya, hampir selama satu bulan saya rutin berdoa novena, sayang memita tiga permintaan disana, tapi saat hari itu dua dari permintaan saya tidak terkabul, Saya mengeluarkan emosi saya dengan menangis berhari-hari dan menolak untuk berdoa, bahkan saya bertanya kepada Tuhan kenapa dia mempersulit jalan Saya?

Lalu dihari berikutnya kenyataan menampar saya untuk bangun, salah satu permintaan saya terkabul dan akhirnya saya sadar disitu. Tuhan bukannya mempersulit kita, tapi dia ingin kita belajar melalui proses yang kita jalani, sebuah kegagalan biasanya terjadi agar kita belajar bagaimana caranya untuk megatasi masalah itu sendiri dan tidak jatuh kelubang yang sama lagi. Bagai anak kecil yang belajar berjalan, ia pasti akan terjatuh beberapa kali sampai akhirnya ia bisa berlari, seperti itu lah hidup ini. Sama seperti saat Tuhan memberikan cobaan berat kepad Arthur Ashe, disitu Tuhan sedang mencobai dia, ia ingin melihat apakah pria ini akan tetap bersamanya, akankah pria ini akan mengeluh dan marah-marah bahkan mengeluarkan sumpah serapah karena memberikan cobaan seberat ini kepadanya, tapi ternyata Ashe tidak melakukan semua itu. ia tidak mengeluh sekalipun ia sakit, ia menerimanya dan mencoba melawan penyakitnya sekalipun pada akhirnya ia harus kalah dan meninggal, tapi pada akhirnya Allah Bapa pasti akan memberikan tepat yang istimewa kepadanya. 

Begitu juga kita, apalah artinya hidup tanpa sebuah tantangan, tanpa sebuah kegagalan? apa gunanya menangis dan mengeluh seharian? akan kah itu merubah segala yang sudah terjadi? akankah hal sepetri itu akan membuat kegagalan kita menjadi keberhasilan? jawabannya adalah tidak. sebuah tantangan ada didalam hidup kita sebagai sarana latihan, bersyukurlah kamu kalau tuhan memberimu tantangan dalam hidupmu, berusahalah dan taklukan itu. Bersyukurlah kamu yang hari ini mengalami kegagalan, pelajari lagi kegagalanmu, lihat dimana yang salah dan setelah itu tutup lah lembaran lama, bangkitlah dan belajarlah dari kesalahan, jangan jatuh di lubang yang sama! penyesalan mungkin datang belakangan tapi penyesalan tidak bisa datang dua kali dalam hidup kita kan? 

setelah membaca semua omong kosong yang saya tulis diatas, adakah seseuatu yang menggelitik dan mengusik hati kalian? Saya bukan orang yang religius, semua anak OMK Sebastianus tahu benar tentang hal itu, tapi saya senang memainkan kata-kata untuk membuka fikiran seseorang. jadi saya harap omong kosong yang saya tulis ini akan berguna bagi kalian. selamat sore semuanya, dan mari sama-sama kita belajar dari seorang Arthur Ashe. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar