Sabtu, 30 Mei 2015

KISAH INSPIRATIF : PENGORBANAN SEORANG AYAH

Teman  - teman terkasih, sebagai penghujung dari Bulan Mei ini, kami akan membagikan beberapa cerita inspiratif dari beberapa Ayah  hebat di dunia. Selama ini, kita hanya memandang Ibu sebagai pahlawan kita, karena dia banyak memberi kita nasehat, cerewet, dan selalu bertanya tentang kita. Bagaimana dengan Ayah? Selama ini kita memandang Ayah sebagai sosok yang dingin, diam, dan mungkin tidak banyak bicara dan seolah tidak peduli kepada anaknya. Tapi apakah itu semua benar? Jika kalian pernah memiliki pikiran seperti itu, kalian salah. Ayah terlihat tidak peduli dari tampak luarnya, namun dalam hatinya dia sangat sayang kepada kalian. Dia sangat mencemaskan masa depan dan kehidupan kalian. Bahkan, dia rela berkorban demi anaknya untuk mencapai sukses dan memperoleh hidup yang layak. Berikut cerita - cerita inspiratif dari Ayah terhebat di dunia.


Keliling China untuk Mencari Anak

Guo Gantang, seorang pria asal Liaoncheng, Provinsi Shandong, China telah menempuh perjalanan sejauh 400.000 kilometer selama 18 tahun terakhir untuk menemukan putranya. Pada tanggal 21 September 1997, putranya yang baru berumur 2 tahun, Guo Zhen menghilang. Menduga sang anak diculik, Guo pun melapor kepada pihak berwajib. Namun upaya pencarian putra semata wayangnya itu tak pernah membuahkan hasil.
Guo pun memutuskan mencari sendiri puteranya. Dilaporkan situs Oddity Central, ia berkeliling China dengan mengendarai motor yang dipasangi poster dengan gambar puteranya. “Nyaris semua provinsi di China daratan sudah saya lewati,” ujarnya Uniknya, sambil mencari sang putera Guo juga membantu orang tua lain yang kehilangan anak sepertinya. Berkat bantuannya, lima anak yang hilang berhasil ditemukan. Meskipun nasib anaknya sendiri masih belum jelas hingga sekarang. Guo bertekad tak akan berhenti sampai puteranya ditemukan. Mantan pengusaha sukses ini tak peduli berapa uang dan energi yang harus ia keluarkan untuk menemukan puteranya.

 

Jadi Sansak Demi Biaya Operasi

Pria China ini rela dipukuli sampai babak belur. Asalkan setiap orang mau membayar 10 yuan untuk setiap pukulan. Pasalnya uang yang ia kumpulkan dari profesi ‘sansak manusia’ itu akan segera dibayarkan untuk tunggakan biaya operasi puteranya. Dilaporkan situs Shaghaiist, Xia Jun adalah ayah dari seorang putera yang sedang mengidap myeloid leukimia. Puteranya yang baru berusia dua tahun itu harus segera menjalani pencangkokan sumsum tulang belakang. Prosedur operasi itu akan menghabiskan biaya 700.000 yuan. Dan Xia Jun tidak mampu membayarnya. Awalnya Xia Jun berniat mengemis untuk mengumpulkan uang. Tetapi ia takut orang-orang justru mengira dia gelandangan pemalas dan tak mau memberinya uang. Jadi ia memutuskan untuk menjadi sasaran tinju. Berdiri di depan stasiun, berbekal kardus yang ditempeli foto dan surat diagnosis puteranya, Xia Jun menawarkan ‘jasanya’ kepada setiap orang yang lewat. Rupanya banyak orang yang bersimpati kepada nasib keluarga pria ini. Tak sedikit yang bersedia menyumbang. Ia sudah berhasil mengumpulkan 800.000 yuan. Setiap hari ada saja yang menjenguk dan menghibur anaknya di rumah sakit. Saat ini putera Xia Jun masih harus menjalani serangkaian perawatan lanjutan. Untuk ke depannya, sang ayah masih harus mencari dana. Tetapi ia tidak berencana menggantungkan diri dari sumbangan. Ia memang sangat berterimakasih atas uluran tangan yang diterima. Tetapi ia ingin mencari pekerjaan lebih baik untuk mendapatkan biaya bagi puteranya.

 

Jadi "Kuda" Demi Biaya Perawatan

Mirip dengan kisah Xia Jun, seorang ayah asal Heifei, China ini menawarkan jasa sebagai kuda-kudaan untuk mengumpulkan biaya kemoterapi puteranya yang mederita leukimia. Mengenakan topeng kuda sambil berlutut di pinggir jalan, ia menawarkan jasa tunggangan seharga 5 Kuai atau sekitar 12.000 Rupiah. Dilaporkan situs Daily Mail, setelah putranya terdiagnosa Leukimia pada 2011, sang ayah membutuhkan biaya sebesar USD 32.000 atau setara dengan Rp 384 juta untuk membayar biaya pengobatan. Ia pun sempat meminta keringanan dari pihak rumah sakit, namun ditolak Sejak kisahnya menjadi buah bibir di dunia maya, pria ini berhasil mengumpulkan sumbangan buat puteranya. Bahkan pemerintah setempat pun menggelontorkan bantuan untuk puteranya.

 

Ikut Triatlon di Usia Senja

Meskipun usianya sudah senja, Dick Hoyt ngotot mengikuti triatlon demi menyenangkan puteranya, Rick. Sejak Rick lahir, Hoyt tahu puteranya tak akan bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Rick memiliki fisik yang tak sempurna. Namun sang ayah tetap menyayanginya. Ketika suatu hari sang anak menyatakan keinginan untuk mengikuti triatlon, Dick pun menyanggupi. Ia tak ingin membuat putera kesayangannya kecewa. Meskipun fisiknya di usia 60-an sudah tak seprima dulu, Hoyt membawa puteranya berpacu di triatlon. Hoyt mendorong kursi roda Rick sambil berlari. Saat berenang, Dick membaringkan tubuh anaknya di atas perahu. Tak peduli berapa lama waktu yang ia perlukan, Hoyt tetap berjuang untuk mencapai garis finish bersama Rick. Sejak itu, tiap tahun Hoyt dan Rick rutin mengikuti triatlon. Bahkan sampai saat ini ketika usia Hoyt sudah memasuki 72 tahun.

 

Gendong Anak Sejauh 28 Km Setiap Hari

Setiap hari ayah hebat ini menggendong puteranya sejauh 28 kilometer untuk berangkat ke sekolah. Dilaporkan situs Daily Mail, Yu Xukang harus menggendong anaknya dengan sebuah keranjang di punggung. Puteranya itu mengalami keterbatasan fisik karena kelumpuhan yang ia alami. Walaupun begitu, Yu percaya puteranya bisa mendapatkan masa depan yang cerah seperti orang lain. Karena itulah ia bertekad untuk menyekolahkan puteranya. “Memang benar anak saya mengalami lumpuh di kaki dan badannya, tetapi otak dan pikirannya normal seperti anak-anak lainnya. Jadi tidak ada alasan anak saya untuk tidak bersekolah, walaupun saya harus berjalan berpuluh-puluh kilometer akan saya lakukan demi anak saya agar kelak dia dapat kehidupan yang lebih baik,” tandasnya.

 

Kisah Seorang Ayah Bawa Anak Saat Narik Becak

Bablu Jatav (38), seorang tukang becak asal Bharatpur, India harus membawa bayinya bekerja setiap hari. Sambil menggendong sang putri dengan satu tangan, ia mengayuh becak di bawah teriknya matahari. Dilansir Dailymail, bayi perempuan bernama Damini itu tak punya siapa pun selain ayahnya. Sang ibu meninggal setelah melahirkannya. Karena tak ada orang yang bisa menjaganya, Jatav memutuskan untuk membawa bayinya bekerja. “Shanti meninggal tidak lama setelah melahirkan di rumah sakit pada tanggal 20 September. Sejak saat itu, belum ada seorang pun yang mau merawat putri saya, sehingga saya yang merawatnya, bahkan pada saat saya menarik becak,” tuturnya. Rupanya kisah Jatav membuat banyak orang terharu. Sejak itu ia menerima banyak uluran tangan dari para donatur dan pemerintah setempat. Sekarang ia bisa bekerja tanpa mengkhawatirkan kondisi putrinya lagi.

 

Jual Ginjal Demi Ijazah

Kisah yang satu ini berasal dari Indonesia. Sugianto nekat menawarkan ginjalnya dengan berkeliling Bundaran HI, Jakarta Pusat untuk biaya menebus ijazah sang puteri, Shara Meylanda Ayu. Ijazah Ayu ditahan pihak sekolah karena tunggakan sebesar Rp 17 juta. “Untuk itu saya jual ginjal saya sesuai dengan tagihan anak saya. Sebetulnya Rp 1 miliar tidak akan saya jual cuma ini demi masa depan anak,” ujar Sugianto. Setelah kisah Sugianto menjadi sensasi, pria yang berprofesi sebagai penjahit ini berhasil mengumpulkan uang menebus ijazah. Putrinya bahkan mendapat beasiswa untuk kuliah. Sayangnya, sang puteri justru memilih untuk kabur bersama kekasihnya dan meninggalkan sang ayah yang kebingungan.


Bagaimana perasaan kalian setelah membaca cerita - cerita tersebut? Bagaimana menurutmu tentang Ayah terhebat itu? Meskipun akhirnya perjuangannya di khianati, tetapi Ayahnya tetap mencintai dia. Betapa besar bukan pengorbanan seorang Ayah kepada kita?

Teman OMK, marilah kita renungkan cerita - cerita pada hari ini. Mulailah dekatkan diri kalian kepada Ayah, sayangilah dia seperti kita menyayangi Ibu. Mungkin sosoknya adalah sosok yang keras, dan kerap kali memarahi kita. Namun dibalik semuanya, dia hanya menginginkan kita menjadi seorang anak yang berhasil kelak, dan mempunyai perilaku yang baik sehingga dpaat membanggakan keduanya, baik Ayah maupun Ibu.

Semoga bisa menjadi bahan renungan,
Selamat hari minggu, GBUs.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar